Opini
Indie dan Persepsinya
Mendengar kata Indie pasti tidak asing lagi
ditelinga kita, sering kita mendengar orang berkata Indie band bahkan berteriak
dengan lantang kalau bandnya adalah sebuah Indie tanpa dia mengetahui apa indie
itu sebenarnya. Melihat kenyataan seperti itu akhirnya tertulislah sebuah opini
sederhana ini agar dapat menjadi pemecah masalah mengenai apa itu indie yang
sebenarnya dan persepsi-persepsi lainnya.
Sebenarnya, indie adalah sebuah singkatan dari kata independent yang bisa kita dapat artinya
adalah merdeka, bebas, berdiri sendiri. Jadi, dari kata tersebut dapat ditarik
sebuah kesimpulan bahwa musik indie itu adalah musik yang berdiri sendiri,
maksudnya sebuah musik yang memang hasil dari karya band indie itu sendiri,
baik itu dari proses pembuatan, perekaman, bahkan sampai ke proses produksi itu
menggunakan hasil jerih payah mereka sendiri. Band-band yang terkategorikan
sebegai band indie ialah band yang dari proses awal hingga akhir merupakan
hasil perjuangan mereka sendiri. Mereka sama sekali tidak bernaung kepada suatu
pihak yang membiayai mereka contohnya adalah label (selain label indie). Mereka membiayai seluruh kehidupan dan
kelangsungan band mereka dengan isi dari kantong mereka sendiri.
Yang membedakan band indie dengan band yang non
indie adalah dari segi permainan mereka. Band indie memainkan suatu musik dan menghasilkan
sebuah karya dengan apa yang mereka inginkan, kebanyakan orang menyebut cara
sebagai “DIY” atau do it your self. Karya-karya yang
dikeluarkan oleh indie band adalah sepenuhnya sebuah karya yang memang
benar-benar apa yang ingin mereka mainkan,dengan kata lain adalah sebuah musik
yang mereka mainkan sesuai dengan apa yang ada dalam hati mereka dan selera
mereka. Oleh karena itu, suatu band bisa terkategorikan sebagai indie karena
mereka tidak terikan kepada pihak manapun yang ingin membiayai mereka. Kenapa?
Karena jika suatu band terikat kepada suatu pihak yang ingin membiyai mereka,
seperti label, otomatis pihak tersebut akan menuntut mereka untk menghasilkan
sebuah karya yang “menghasilkan”.
Sebuah karya yang “menghasilkan” belum tentu sesuai
dengan selera musik kita atau belum tentu sesuai dengan musik yang benar-benar
ada dalam jiwa kita. Oleh karena itu, band-band yang terkategorikan sebagai
non-indie cenderung memainkan musik yang bisa diterima pasaran. Belum tentu
mereka yang terikan dengan pihak tersebut memainkan musik yang sesuai dengan
apa yang mereka inginkan. Dengan adanya perbedaan tadi, oleh karena itu band
indie terkenal dengan yang dikatakan DIY, atau Do it your self.
Seiring dengan perkembangan zaman, banyak
persepsi-persepsi aneh muncul yang melenceng dari pengertian indie yang
sebenarnya. Pada era yang sekarang, banyak yang orang berfikiran bahwa Indie
itu adalah sebuah genre musik. Mengapa saya bisa berbicara seperti ini? Karena
saya pernah mengalaminya, saya pernah mendengar percakapan dua orang yang
kiranya percakapannya seperti ini :
“Eh, enak ya musik band itu, apa alirannya ya?”,
Tanya si A.
Dengan tegas si B menjawab :
“Aliran Indie ini, enak-enak emang band yang
beraliran Indie”.
Mendengar percakapan tersebut saya langsung
berteriak kesal dalam hati, “DAMN!!!”. Sebenarnya apa yang baru saja dikatakan
orang ini? Apa dia sadar? Pada saat itu saya langsung mau memberitahu apa sebenarnya indie itu, tapi setelah melihat
tampang yang berbicara seorang anak band, dan saya hanyalah penikmat musik
biasa, pasti dia tidak akan mendengarkan saya.
Karena ada kejadian seperti itu, saya bermaksud
untuk sekedar memberitahu dan menyampaikan mengenai apa itu indie yang
sebenarnya, dan bukan maksud untuk menggurui, karena saya hanyalan penikmat
musik yang hanya mengetahui sedikit informasi musik yang belum tentu benar.
Melalui tulisan ini saya akan jelaskan apa yang saya tau.
Berdasarkan sejarah indie yang saya tau dan menurut
artikel yang saya baca (karena belum
dapat buku yang menjelaskan secara lengkap mengenai musik indie), kata
indie mulai populer pada tahun 1980an, dimana tangga lagu musik indie mulai
dipopulerkan, beberapa band-band indie banyak bermunculan pada saat itu,
seperti The Smith dan Joy Davidson. Indie semakin melonjak kepopulerannya pada
tahun 1990an dimana pada saat itu muncul Nirvana dan Radiohead dengan musik
mereka yang unik namun enak di dengar, kehadiran mereka menegaskan indentitas
musik indie bahwa musik yang enak di dengar tidak harus musik yang mainstream saja. Selain itu, muncul juga
beberapa indie label yang menyebarkan virus indie keseluruh dunia.
Di Indonesia, Indie mulai terasa pengaruhnya pada
pertengahan era 1990an. Sebelum mengenal musik Indie, masyarakar Indonesia
lebih dahulu telah mengenal musik underground yang identik dengan musik yang
keras. Band Indonesia yang pertama kali merilis album secara India adalah PAS
Band. Mereka sukses menjual album mereka sebanyak 5000 kopi. Selain PAS Band,
band indie lain yang sukses menggarap album secara indie adalah Mocca, dimana
album mereka bahkan tembus hingga 100.000 kopi, dan atas keberhasilan band-band
indie diatas dan band indie lainnya, tren band indie terus berlanjut hingga
sekarang.
Maksud dari artikel ini sebenarnya adalah ingin
menginformaskan bahwa Indie BUKANLAH sebuah genre. Indie merupakan sebuah
kepanjangan dari Independent yang artinya bebas, berdiri sendiri. Bahkan saya
masih heran dengan sebuah situs website sebagai wadah band yang berlogo bintang
berwarna merah, mengapa mereka memasukkan Indie kedalam genre? Apakah mereka
mau membuat genre sendiri? Let themself
know about it.
Sekian artikel ini saya buat, tulisan ini masih
punya banyak kekurangan dan saya menyadarinya, lebih kurang dalam artikel ini
saya ucapkan mohon maaf.

Tidak ada komentar